Sejarah dan Jati Diri P3G

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM UNS didirikan pada tahun 1988 melalui SK Rektor UNS No. 1913/PT40.H1/C/88 tanggal 1 Maret. Institusi ini semula bernama Program Studi Wanita dan berada di bawah naungan Pusat Penelitian UNS. Sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan di bidang pendidikan-pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, institusi ini menitikberatkan pada kegiatan penelitian, khususnya yang berkaitan dengan persoalan perempuan yang pada waktu itu peran dan kedudukannya relatif tertinggal bila dibandingkan dengan laki-laki serta belum banyak diteliti oleh kalangan akademisi. Ditinjau dari tahun berdirinya yakni tahun 1988, UNS termasuk jajaran universitas pelopor di Indonesia dalam mengembangkan studi yang berkaitan dengan issue perempuan.

Ketika status Pusat Penelitian berubah menjadi Lembaga Penelitian, Program Studi Wanita juga berubah statusnya menjadi Pusat Studi Wanita (PSW) berdasarkan keputusan Rektor UNS No. 157/PT.40/H/1/1991 tanggal 12 Juli. Perubahan status yang lebih tinggi tersebut memungkinkan PSW melakukan kegiatan secara lebih luas terutama dalam merekrut staf penelitinya dari berbagai disiplin ilmu. Sejak tahun 1990-an perhatian masyarakat dan Pemerintah Indonesia terhadap persoalan perempuan semakin besar. Banyak peraturan internasional yang berkaitan dengan persoalan perempuan telah diratifikasi serta banyak pula aturan-aturan produk domestik telah dibuat.

Pada perkembangan selanjutnya, issue perempuan menjadi semakin kompleks dan tidak dapat dipecahkan hanya dalam perspektif perempuan saja. Persoalan perempuan dapat lebih mudah dipahami dan dipecahkan jika terkait dengan relasi laki-laki. Oleh karena itu, perspektif gender menjadi penting untuk diangkat dalam studi wanita. Demikian pula pemerintah melalui Inpres No. 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender, mengamanatkan setiap kebijakan pemerintah harus berperspektif gender. Berdasarkan pemikiran tersebut, Pusat Studi Wanita kemudian diubah namanya menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) melalui Surat Keputusan Rektor No. 71/J.27.KP/2001 tanggal 18 Pebruari.

Pada tahun 2004 terjadi perubahan status kelembagaan yaitu adanya penggabungan antara Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian pada Masyarakat melalui Surat Keputusan Rektor No. 649A/J.27/KP/2004. Nama lembaga baru ini adalah Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) yang menaungi beberapa pusat studi di UNS termasuk P3G. Berubahnya status kelembagaan juga menpunyai konsekuensi bagi P3G yang semula lebih menitikberatkan pada kegiatan penelitian maka sekarang juga mengaplikasikan hasil penelitian tersebut kedalam kegiatan pengabdian pada masyarakat. Selain issue gender yang menjadi pusat perhatian P3G, sekarang ini P3G juga mulai menangani issue anak karena persoalan anak tidak dapat dilepaskan dari persoalan gender.

Kami Mendengarkan Anda