Posts tagged: p3gender

Proposal Penelitian Peer Group P3G LPPM UNS Lolos Hibah Penelitian Desentralisasi TA.2013

Proses penilaian proposal hibah penelitian desentralisasi UNS telah berakhir dan sudah diumumkan Jumat 14 Juni 2013. Kami menyampaikan selamat kepada teman-teman Peer Group dan Pegiat P3G di bawah ini yang proposalnya lolos :

1. Drs. Thomas Aquinas Gutama,M.Si. dengan judul Strategi Pemenuhan Hak Anak Miskin Perdesaan Untuk Mewujudkan Kabupaten Layak Anak Di Sragen Jawa Tengah.

2. Drs. Priyanto Susiloadi, M.Si. dengan judul Evaluasi Implementasi Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (Studi Kasus di Kabupaten Sragen).

3. Hayu Adi Darmarastri, S.S, M.Hum. dengan judul Kearifan Lokal Masyarakat Agraris Dalam Ketahanan Pangan di Perdesaan Lereng Lawu Kabupaten Karanganyar.

4. Waskito Widi Wardojo, S.S, M.A. dengan judul Strategi Mempertahankan Kearifan Lokal Kesehatan Perempuan Samin di Kaki Pegunungan Kendeng Pati.

5. Drs. Susanto, M.Hum. dengan judul Model Pemberdayaan Perempuan Miskin Melalui Pengembangan Usaha Produktif Menuju Kemandirian Ekonomi di Kota Surakarta.

6. Sasmini, S.H, L.LM. dengan judul Pemenuhan dan Perlindungan HAM Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang Dititipkan Pada Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan.

7. Diana Tantri Wahyuningsih, S.H, M.Hum. dengan Strategi Perlindungan Bagi Pekerja Terburuk Anak Menuju Kota Layak Anak (KLA) di Surakarta.

8. dr. Murkati dengan judul Kajian Perilaku Perawatan Ibu Hamil dan Melahirkan Pada Masyarakat Miskin di Kota Surakarta.

Selamat melaksanakan penelitian dan tetap semangat untuk berkompetisi tahun depan.

Gender Audit Dibahas dalam Diskusi Rutin P3G LPPM UNS

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM UNS, Jumat tanggal 17 Mei 2013 akan menyelenggarakan kegiatan diskusi rutin dengan tema Gender Audit yang akan dipresentasikan oleh Drs. D. Priyo Sudibyo, M.Si. Tema ini penting mengingat kebijakan pengarusutamaan gender yang diterapkan dalam pemerintahan pusat maupun daerah membutuhkan media evaluasi untuk mengukur ketercapaian kebijakan yang dilakukan. Gender Audit juga diperlukan untuk mengetahui dampak kebijakan yang dilakukan untuk mencapai ekualitas gender. Kami menghimbau segenap peer group dan pegiat gender P3G dapat mengikuti diskusi yang menarik ini.

METODE FEMINIS DALAM RISET SOSIAL DIBEDAH DALAM DISKUSI ILMIAH BULANAN P3G LPPM UNS

Sebagai bentuk kegiatan ilmiah dan media silaturahmi antar peer group dan pegiat gender, P3G LPPM UNS menyelenggarakan diskusi ilmiah bulanan. Pada bulan April ini, diskusi bulanan dilaksanakan pada tanggal 12 April 2013 bertempat di Ruang Sidang II lantai 2 LPPM UNS. Tema yang disajikan adalah Metode Feminis dalam Riset Sosial oleh Siany Indria L, S.Ant, M.Hum dari FKIP UNS. Metode ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan riset sosial sebelumnya yang positivistik dan sexist sehingga menimbulkan standar ganda terhadap perempuan. Dari diskusi tersebut dapat diketahui salah satu urgensi metode riset feminis adalah masih minimnya riset mengenai perempuan, oleh perempuan dan untuk perempuan. Riset feminis haruslah riset yang mampu menghasilkan perubahan untuk perempuan yang menjadi subyek penelitian. Diskusi bulanan selanjutnya akan diselenggarakan tanggal 17 Mei 2013 dengan materi Gender Audit oleh Drs. D. Priyo Sudibyo, M.Si.

Serah Terima Jabatan Sekretaris P3G dan Ramah Tamah Peer Group

Dalam rangka regenerasi pengurus yang telah habis masa jabatannya, P3G LPPM UNS menyelenggarakan acara serah terima jabatan dan diskusi perencanaan program di tahun 2013. Acara ini diselenggarakan di Che-eS Resto Manahan mulai pukul 09.30 – 13.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si, Kepala P3G Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, Peer Group dan pegiat P3G LPPM UNS. Dalam kesempatan ini Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, dan Eva Agustinawati S.Sos, M.Si selaku Kepala P3G dan Sekretaris P3G periode 2008-2012 memaparkan pertanggungjawaban kegiatan selama 4 tahun jabatan. Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan sekretaris P3G dari Eva Agustinawati S.Sos, M.Si kepada Tiwuk Kusuma Hastuti, S.S, M.Hum.
Dalam sambutannya, Ketua LPPM menyinggung tentang kinerja P3G yang pantas dipuji berkat dicapainya nilai A dalam kegiatan akreditasi tahun 2012. LPPM memiliki komitmen dalam meningkatkan serapan dana penelitian dan pengabdian untuk pusat studi-pusat studi yang ada. Upaya meningkatkan publikasi hasil penelitian maupun pengabdian di jurnal internasional ditempuh melalui klinik jurnal internasional untuk membantu para peneliti dan pengabdi memasukkan artikelnya di jurnal internasional.

Sebagai bentuk restrukturisasi dalam tubuh P3G, maka pengurus baru yang kembali dipimpin oleh Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si membentuk berbagai divisi untuk lebih memaksimalkan eksistensi P3G antara lain :

  1. Divisi Diskusi Ilmiah dikoordinir oleh Dra. Sri Kusumo Habsari, M.A, Ph.D
  2. Divisi penelitian dikoordinir oleh Dra. Rara Sugiarti, M.Tourism dibantu oleh Dra. Trisni Utami, M.Si
  3. Divisi Publikasi dibagi 2 bagian : - Jurnal Wanodya dikoordinir oleh Dr. Diffah Hanim, - Web P3G dikoordinir oleh Insiwi Febriary S, S.S,M.A
  4. d. Divisi Pengabdian Masyarakat dikoordinir oleh AL. Sentot Sudarwanto, SH. M.Hum dan dr. Anik Lestari, M.Kes
  5. e. Divisi Kerjasama dikoordinir oleh Diana Tantri C, S.H, M.Hum dibantu oleh Sri Yamtinah, S.Pd, M.Pd, dan Dr. Didik G. Suharto, S.Sos, M.Si
  6. f. Divisi Layanan Hukum dikoordinir oleh Dr. Joko Wahyu Winarno, S.H, M.H

Acara Serah Terima Jabatan Pengurus P3G

Dalam rangka regenerasi pengurus yang telah habis masa jabatannya, P3G LPPM UNS menyelenggarakan acara serah terima jabatan dan diskusi perencanaan program di tahun 2013. Acara ini diselenggarakan di Che-eS Resto Manahan mulai pukul 09.30 – 13.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si, Kepala P3G Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, Peer Group dan pegiat P3G LPPM UNS. Dalam kesempatan ini Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, dan Eva Agustinawati S.Sos, M.Si selaku Kepala P3G dan Sekretaris P3G periode 2008-2012 memaparkan pertanggungjawaban kegiatan selama 4 tahun jabatan. Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan sekretaris P3G dari Eva Agustinawati S.Sos, M.Si kepada Tiwuk Kusuma Hastuti, S.S, M.Hum. Dalam sambutannya, Ketua LPPM menyinggung tentang kinerja P3G yang pantas dipuji berkat dicapainya nilai A dalam kegiatan akreditasi tahun 2012. LPPM memiliki komitmen dalam meningkatkan serapan dana penelitian dan pengabdian untuk pusat studi-pusat studi yang ada. Upaya meningkatkan publikasi hasil penelitian maupun pengabdian di jurnal internasional ditempuh melalui klinik jurnal internasional untuk membantu para peneliti dan pengabdi memasukkan artikelnya di jurnal internasional. Sebagai bentuk restrukturisasi dalam tubuh P3G, maka pengurus baru yang kembali dipimpin oleh Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si membentuk berbagai divisi untuk lebih memaksimalkan eksistensi P3G antara lain Divisi Diskusi Ilmiah dikoordinir oleh Dra. Sri Kusumo Habsari, M.A, Ph.D ; Divisi penelitian dikoordinir oleh Dra. Rara Sugiarti, M.Tourism dibantu oleh Dra. Trisni Utami ; Jurnal Wanodya dikoordinir oleh Dr. Diffah Hanim. Web P3G dikoordinir oleh Insiwi Febriary S, S.S,M.A. Divisi Pengabdian Masyarakat dikoordinir oleh AL. Sentot Sudarwanto, SH. M.Hum dan dr. Anik Lestari, M.Kes. Divisi Kerjasama dikoordinir oleh Diana Tantri C, S.H, M.Hum dibantuoleh Sri Yamtinah, S.Pd, M.Pd, dan Dr. Didik G. Suharto, S.Sos, M.Si. Divisi Layanan Hukum dikoordinir oleh Dr.Joko Wahyu Winarno, S.H, M.H

BORANG AKREDITASI PUSAT STUDI

Baca

Selengkapnya ….

P3G LPPM UNS : FGD Kelurahan Layak Anak

Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Deputi Tumbuh Kembang Anak Asdep Kota Layak Anak bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM UNS akan mengadakan FGD ( Focus Group Discussion ) tentang Kelurahan Layak Anak di Kota Surakarta pada Kamis 17 Nopember 2011 di Ruang Sidang I LPPM UNS.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendiskusikan capaian Indikator Kelurahan Layak Anak yang merupakan bagian dari program KLA ( Kota Layak Anak ) di Kota Surakarta”, ungkap Sekretaris P3G LPPM UNS, Eva Agustinawati, SSos, MSi

FGD ini dihadiri oleh beberapa pihak antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, LSM pemerhati masalah anak dan 7 kelurahan yang dijadikan sampel. Kelurahan tersebut antara lain Kel Jebres, Punggawan, Manahan, Kemlayan, Sriwedari, Sangkrah dan Gilingan serta peer group P3G LPPM UNS yang concern terhadap masalah anak.

“Dari FGD ini diharapkan muncul berbagai hambatan dan persoalan dari pelaksaan Kelurahan Layak Anak yang nantinya manjadi masukkan bagi Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menyempurnakan indikator Kelurahan Layak Anak”.

PENGABDIAN P3G LPPM UNS DI BERJO KARANGANYAR

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3G LPPM UNS) pada tanggal 24 Agustus 2011 menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Perempuan dengan Lingkungan Sehat (go green)” di desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Kegiatan dikemas dalam bentuk penyuluhan dan penanaman bibit pohon buah-buahan sebagai bentuk partisipasi P3G LPPM UNS dalam pengembangan agrowisata dan konservasi di wilayah ini. Peserta yang hadir merupakan masyarakat sekitar dan perangkat desa Berjo sebanyak 33 orang. Tim dari P3G LPPM UNS terdiri dari Sentot Sudarwanto, SH, M.Hum, Dra. Rara Sugiarti, M.Tourism, Tiwuk Kusuma Hastuti, SS, M.Hum dan Insiwi Febriary Setiasih, SS, MA memberikan penyuluhan yang berjudul “Pengembangan Potensi Desa Berjo Kec. Ngargoyoso, Sebagai Lokasi Agrowisata dan Konservasi Lingkungan Untuk Kehidupan yang Lebih Baik”. Acara diakhiri dengan penyerahan 100 bibit buah-buahan (kelengkeng, jeruk, mangga dan rambutan) secara simbolis kepada perangkat desa setempat.

P3G LPPM UNS Gelar Diskusi Terbatas “Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender Bagi Daerah”

Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pengarusutamaan gender dan penerapan anggaran responsif gender, Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (P3G LPPM UNS) menyelenggarakan diskusi terbatas dengan tema “Perencanaan Penganggaran Responsif Gender Bagi Daerah” pada Kamis, 18 Agustus 2011 bertempat di ruang sidang I LPPM UNS.

Menurut Kepala P3G LPPM UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kapasitas Bappeda, BP3AKB dan SKPD di tujuh Kabupaten/Kota dalam menyusun anggaran yang responsif gender, meningkatkan kapasitas peer group P3G dalam memahami tentang anggaran responsif gender sehingga dapat menjalankan peran untuk mendampingi penyusunan dan penganggaran responsif gender di daerah serta meningkatkan kapasitas DPRD di tujuh Kabupaten/Kota dalam menyusun anggaran yang responsif gender.

Diskusi terbatas tersebut didasari oleh INPRES Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan nasional yang mengamanatkan bagi semua Kementerian dan Lembaga Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mengintegrasikan pengarusutamaan gender pada saat menyusun kebijakan, program, dan kegiatan di masing-masing bidang pembangunan.

Di samping itu, secara spesifik diamanatkan pula melalui PERMENDAGRI Nomor 15 Tahun 2008 tentang pedoman pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerah dimana pada pasal 4 disebutkan bahwa pemerintah daerah berkewajiban menyusun kebijakan, program dan kegiatan pembangunan berprespektif gender yang dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD, rencana strategis SKPD, dan rencana kerja SKPD.

Adapun penyusunan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan responsif gender tersebut berada di bawah koordinasi Bappeda sebagai ketua kelompok kerja (pokja) PUG di daerah dan BP3AKB sebagai sekretaris pokja PUG. Dalam pelaksanaanya, daerah dapat bermitra dengan perguruan tinggi (Pusat Studi Wanita/Gender), khususnya dalam melakukan analisis gender.

“Dalam upaya percepatan pelaksanaan PUG, Pemerintah Pusat mengujicobakan anggaran responsif gender pada 7 Kementerian/lembaga, dan Gubernur Jawa Tengah mengujicobakan Anggaran Responsif Gender (ARG) pada 15 SKPD di Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2010. Ke depan, setiap daerah harus menerapkan perencanaan dan penganggaran responsif gender”, ungkap Prof. Ismi.

Diskusi terbatas terbatas tersebut diikuti oleh 42 orang diantaranya, peer group dan pegiat gender pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM UNS sebanyak 15 orang, Pegiat Gender di wilayah Surakarta (UNISRI, UNIBA, STAIN, UMS, UNIVET, UTP) sebanyak 6 orang, Kepala BAPPEDA Subosukawonosraten (Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten) sebanyak 7 orang, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) daerah Subosukawonosraten sebanyak 7 orang, Ketua Forum Komunikasi PSW se-Jawa Tengah sebanyak 1 orang, serta Ketua DPRD daerah Subosukawonosraten sebanyak 7 orang.

Hasil yang diharapkan dari diskusi terbatas ini, SKPD dapat memahami tentang anggaran responsif gender di daerah dan peer group memahami tentang Anggaran Responsif Gender” harap Prof. Ismi.

P3G LPPM UNS : MONITORING IMPLEMENTASI PUG PENDIDIKAN PADA SMP RSBI

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (P3G LPPM UNS) mendapat tugas dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memonitor implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang pendidikan pada semua SMP RSBI di Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Klaten. Menurut Kepala P3G LPPM UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti, Kegiatan monitoring tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan tentang penyusunan data pendidikan terpilah menurut jenis kelamin yang diikuti oleh kepala dan wakil kepala sekolah serta pelatihan integrasi kesetaraan dan keadilan gender dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang diikuti oleh 2 orang guru pada masing-masing SMP RSBI khususnya dalam mata pelajaran PKN/IPS, bahasa Indonesia dan information technology (IT).

“Monitoring diawali dengan berdiskusi bersama seluruh alumni pelatihan di SMP Negeri 1 Surakarta pada 23 Juli 2011, dilanjutkan dengan berkunjung ke masing-masing sekolah pada tanggal 27 Juli 2011, 30 Juli 2011 dan 2 Agustus 2011″, papar Prof. Ismi.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa seluruh sekolah yang dimonitor mendukung integrasi gender di sekolah, namun mereka masih mengalami kesulitan dalam memasukkan materi gender ke dalam substansi mata pelajaran maupun mencari sumber belajar.

Untuk itu mereka berharap ada pelatihan lanjutan tentang integrasi gender bidang pendidikan sehingga mereka mampu menyusun RPP dan Silabus responsif gender. Sebagian besar sekolah juga menghendaki adanya “in house training” tentang integrasi gender bidang pendidikan yang diikuti oleh semua guru di masing-masing sekolah sehingga seluruh guru mampu menyusun silabus dan RPP responsif gender sesuai mata pelajaran masing-masing.