Posts tagged: P3G LPPM UNS

P3G LPPM UNS : FGD Kelurahan Layak Anak

Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Deputi Tumbuh Kembang Anak Asdep Kota Layak Anak bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM UNS akan mengadakan FGD ( Focus Group Discussion ) tentang Kelurahan Layak Anak di Kota Surakarta pada Kamis 17 Nopember 2011 di Ruang Sidang I LPPM UNS.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendiskusikan capaian Indikator Kelurahan Layak Anak yang merupakan bagian dari program KLA ( Kota Layak Anak ) di Kota Surakarta”, ungkap Sekretaris P3G LPPM UNS, Eva Agustinawati, SSos, MSi

FGD ini dihadiri oleh beberapa pihak antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, LSM pemerhati masalah anak dan 7 kelurahan yang dijadikan sampel. Kelurahan tersebut antara lain Kel Jebres, Punggawan, Manahan, Kemlayan, Sriwedari, Sangkrah dan Gilingan serta peer group P3G LPPM UNS yang concern terhadap masalah anak.

“Dari FGD ini diharapkan muncul berbagai hambatan dan persoalan dari pelaksaan Kelurahan Layak Anak yang nantinya manjadi masukkan bagi Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menyempurnakan indikator Kelurahan Layak Anak”.

P3G LPPM UNS MENANG KOMPETISI KEMENDIKNAS DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS PUSAT STUDI GENDER

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (P3G LPPM UNS), baru-baru ini memenangkan kompetisi dalam kegiatan pengembangan kapasitas pusat studi gender dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun anggaran 2011. Menurut kepala P3G LPPM UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti, ada 8 pusat studi wanita/gender dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang memenangkan kompetisi tersebut.

“Kegiatan tersebut (pengembangan kapasitas pusat studi gender dari Kemendiknas) dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pusat studi wanita/gender sebagai pusat layanan dan sumber belajar dalam penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang pendidikan dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO)”, ungkap Prof. Ismi.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, ada 10 orang pegiat gender dari P3G LPPM UNS yang akan dilatih yang selanjutnya diharapkan akan mendampingi sebagai Gender Vocal Point pada kelompok kerja (pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) pendidikan dan Vocal Point pada sub gugus tugas Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO).

Di samping itu, akan ditingkatkan pula kapasitas kelembagaan PUG bidang pendidikan di Kota Surakarta dan Kabupaten Wonogiri serta peningkatan kapasitas sub gugus tugas PTPPO di Kabupaten Klaten dengan sasaran peserta pelatihan sebanyak 15 orang di masing-masing Kabupaten/Kota, yang merupakan stakeholders yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi di bidang pendidikan dan stakeholders yang berhubungan dengan PTPPO.

Adapun Out put dari kegiatan ini antara lain semakin meningkatnya kapasitas P3G LPPM UNS sebagai pusat layanan dan sumber belajar dalam penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang pendidikan dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), terbentuk dan berfungsinya kelompok kerja PUG pendidikan, tersusunnya profil gender pendidikan dan media KIE PUG (Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pengarusutamaan Gender) bidang pendidikan, terbentuk dan berfungsinya sub gugus tugas Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), pemetaan permasalahan perdagangan orang dan media KIE PTPPO (Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang). Dan Kegiatan tersebut akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2011.