Acara Serah Terima Jabatan Pengurus P3G

Dalam rangka regenerasi pengurus yang telah habis masa jabatannya, P3G LPPM UNS menyelenggarakan acara serah terima jabatan dan diskusi perencanaan program di tahun 2013. Acara ini diselenggarakan di Che-eS Resto Manahan mulai pukul 09.30 – 13.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si, Kepala P3G Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, Peer Group dan pegiat P3G LPPM UNS. Dalam kesempatan ini Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, dan Eva Agustinawati S.Sos, M.Si selaku Kepala P3G dan Sekretaris P3G periode 2008-2012 memaparkan pertanggungjawaban kegiatan selama 4 tahun jabatan. Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan sekretaris P3G dari Eva Agustinawati S.Sos, M.Si kepada Tiwuk Kusuma Hastuti, S.S, M.Hum. Dalam sambutannya, Ketua LPPM menyinggung tentang kinerja P3G yang pantas dipuji berkat dicapainya nilai A dalam kegiatan akreditasi tahun 2012. LPPM memiliki komitmen dalam meningkatkan serapan dana penelitian dan pengabdian untuk pusat studi-pusat studi yang ada. Upaya meningkatkan publikasi hasil penelitian maupun pengabdian di jurnal internasional ditempuh melalui klinik jurnal internasional untuk membantu para peneliti dan pengabdi memasukkan artikelnya di jurnal internasional. Sebagai bentuk restrukturisasi dalam tubuh P3G, maka pengurus baru yang kembali dipimpin oleh Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si membentuk berbagai divisi untuk lebih memaksimalkan eksistensi P3G antara lain Divisi Diskusi Ilmiah dikoordinir oleh Dra. Sri Kusumo Habsari, M.A, Ph.D ; Divisi penelitian dikoordinir oleh Dra. Rara Sugiarti, M.Tourism dibantu oleh Dra. Trisni Utami ; Jurnal Wanodya dikoordinir oleh Dr. Diffah Hanim. Web P3G dikoordinir oleh Insiwi Febriary S, S.S,M.A. Divisi Pengabdian Masyarakat dikoordinir oleh AL. Sentot Sudarwanto, SH. M.Hum dan dr. Anik Lestari, M.Kes. Divisi Kerjasama dikoordinir oleh Diana Tantri C, S.H, M.Hum dibantuoleh Sri Yamtinah, S.Pd, M.Pd, dan Dr. Didik G. Suharto, S.Sos, M.Si. Divisi Layanan Hukum dikoordinir oleh Dr.Joko Wahyu Winarno, S.H, M.H

BORANG AKREDITASI PUSAT STUDI

Baca

Selengkapnya ….

P3G LPPM UNS : FGD Kelurahan Layak Anak

Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Deputi Tumbuh Kembang Anak Asdep Kota Layak Anak bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM UNS akan mengadakan FGD ( Focus Group Discussion ) tentang Kelurahan Layak Anak di Kota Surakarta pada Kamis 17 Nopember 2011 di Ruang Sidang I LPPM UNS.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendiskusikan capaian Indikator Kelurahan Layak Anak yang merupakan bagian dari program KLA ( Kota Layak Anak ) di Kota Surakarta”, ungkap Sekretaris P3G LPPM UNS, Eva Agustinawati, SSos, MSi

FGD ini dihadiri oleh beberapa pihak antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, LSM pemerhati masalah anak dan 7 kelurahan yang dijadikan sampel. Kelurahan tersebut antara lain Kel Jebres, Punggawan, Manahan, Kemlayan, Sriwedari, Sangkrah dan Gilingan serta peer group P3G LPPM UNS yang concern terhadap masalah anak.

“Dari FGD ini diharapkan muncul berbagai hambatan dan persoalan dari pelaksaan Kelurahan Layak Anak yang nantinya manjadi masukkan bagi Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menyempurnakan indikator Kelurahan Layak Anak”.

PENGABDIAN P3G LPPM UNS DI BERJO KARANGANYAR

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3G LPPM UNS) pada tanggal 24 Agustus 2011 menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Perempuan dengan Lingkungan Sehat (go green)” di desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Kegiatan dikemas dalam bentuk penyuluhan dan penanaman bibit pohon buah-buahan sebagai bentuk partisipasi P3G LPPM UNS dalam pengembangan agrowisata dan konservasi di wilayah ini. Peserta yang hadir merupakan masyarakat sekitar dan perangkat desa Berjo sebanyak 33 orang. Tim dari P3G LPPM UNS terdiri dari Sentot Sudarwanto, SH, M.Hum, Dra. Rara Sugiarti, M.Tourism, Tiwuk Kusuma Hastuti, SS, M.Hum dan Insiwi Febriary Setiasih, SS, MA memberikan penyuluhan yang berjudul “Pengembangan Potensi Desa Berjo Kec. Ngargoyoso, Sebagai Lokasi Agrowisata dan Konservasi Lingkungan Untuk Kehidupan yang Lebih Baik”. Acara diakhiri dengan penyerahan 100 bibit buah-buahan (kelengkeng, jeruk, mangga dan rambutan) secara simbolis kepada perangkat desa setempat.

P3G LPPM UNS Gelar Diskusi Terbatas “Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender Bagi Daerah”

Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pengarusutamaan gender dan penerapan anggaran responsif gender, Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (P3G LPPM UNS) menyelenggarakan diskusi terbatas dengan tema “Perencanaan Penganggaran Responsif Gender Bagi Daerah” pada Kamis, 18 Agustus 2011 bertempat di ruang sidang I LPPM UNS.

Menurut Kepala P3G LPPM UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kapasitas Bappeda, BP3AKB dan SKPD di tujuh Kabupaten/Kota dalam menyusun anggaran yang responsif gender, meningkatkan kapasitas peer group P3G dalam memahami tentang anggaran responsif gender sehingga dapat menjalankan peran untuk mendampingi penyusunan dan penganggaran responsif gender di daerah serta meningkatkan kapasitas DPRD di tujuh Kabupaten/Kota dalam menyusun anggaran yang responsif gender.

Diskusi terbatas tersebut didasari oleh INPRES Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan nasional yang mengamanatkan bagi semua Kementerian dan Lembaga Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mengintegrasikan pengarusutamaan gender pada saat menyusun kebijakan, program, dan kegiatan di masing-masing bidang pembangunan.

Di samping itu, secara spesifik diamanatkan pula melalui PERMENDAGRI Nomor 15 Tahun 2008 tentang pedoman pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerah dimana pada pasal 4 disebutkan bahwa pemerintah daerah berkewajiban menyusun kebijakan, program dan kegiatan pembangunan berprespektif gender yang dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD, rencana strategis SKPD, dan rencana kerja SKPD.

Adapun penyusunan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan responsif gender tersebut berada di bawah koordinasi Bappeda sebagai ketua kelompok kerja (pokja) PUG di daerah dan BP3AKB sebagai sekretaris pokja PUG. Dalam pelaksanaanya, daerah dapat bermitra dengan perguruan tinggi (Pusat Studi Wanita/Gender), khususnya dalam melakukan analisis gender.

“Dalam upaya percepatan pelaksanaan PUG, Pemerintah Pusat mengujicobakan anggaran responsif gender pada 7 Kementerian/lembaga, dan Gubernur Jawa Tengah mengujicobakan Anggaran Responsif Gender (ARG) pada 15 SKPD di Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2010. Ke depan, setiap daerah harus menerapkan perencanaan dan penganggaran responsif gender”, ungkap Prof. Ismi.

Diskusi terbatas terbatas tersebut diikuti oleh 42 orang diantaranya, peer group dan pegiat gender pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM UNS sebanyak 15 orang, Pegiat Gender di wilayah Surakarta (UNISRI, UNIBA, STAIN, UMS, UNIVET, UTP) sebanyak 6 orang, Kepala BAPPEDA Subosukawonosraten (Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten) sebanyak 7 orang, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) daerah Subosukawonosraten sebanyak 7 orang, Ketua Forum Komunikasi PSW se-Jawa Tengah sebanyak 1 orang, serta Ketua DPRD daerah Subosukawonosraten sebanyak 7 orang.

Hasil yang diharapkan dari diskusi terbatas ini, SKPD dapat memahami tentang anggaran responsif gender di daerah dan peer group memahami tentang Anggaran Responsif Gender” harap Prof. Ismi.

P3G LPPM UNS : MONITORING IMPLEMENTASI PUG PENDIDIKAN PADA SMP RSBI

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (P3G LPPM UNS) mendapat tugas dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memonitor implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang pendidikan pada semua SMP RSBI di Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Klaten. Menurut Kepala P3G LPPM UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti, Kegiatan monitoring tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan tentang penyusunan data pendidikan terpilah menurut jenis kelamin yang diikuti oleh kepala dan wakil kepala sekolah serta pelatihan integrasi kesetaraan dan keadilan gender dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang diikuti oleh 2 orang guru pada masing-masing SMP RSBI khususnya dalam mata pelajaran PKN/IPS, bahasa Indonesia dan information technology (IT).

“Monitoring diawali dengan berdiskusi bersama seluruh alumni pelatihan di SMP Negeri 1 Surakarta pada 23 Juli 2011, dilanjutkan dengan berkunjung ke masing-masing sekolah pada tanggal 27 Juli 2011, 30 Juli 2011 dan 2 Agustus 2011″, papar Prof. Ismi.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa seluruh sekolah yang dimonitor mendukung integrasi gender di sekolah, namun mereka masih mengalami kesulitan dalam memasukkan materi gender ke dalam substansi mata pelajaran maupun mencari sumber belajar.

Untuk itu mereka berharap ada pelatihan lanjutan tentang integrasi gender bidang pendidikan sehingga mereka mampu menyusun RPP dan Silabus responsif gender. Sebagian besar sekolah juga menghendaki adanya “in house training” tentang integrasi gender bidang pendidikan yang diikuti oleh semua guru di masing-masing sekolah sehingga seluruh guru mampu menyusun silabus dan RPP responsif gender sesuai mata pelajaran masing-masing.

P3G LPPM UNS MENANG KOMPETISI KEMENDIKNAS DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS PUSAT STUDI GENDER

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (P3G LPPM UNS), baru-baru ini memenangkan kompetisi dalam kegiatan pengembangan kapasitas pusat studi gender dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun anggaran 2011. Menurut kepala P3G LPPM UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti, ada 8 pusat studi wanita/gender dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang memenangkan kompetisi tersebut.

“Kegiatan tersebut (pengembangan kapasitas pusat studi gender dari Kemendiknas) dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pusat studi wanita/gender sebagai pusat layanan dan sumber belajar dalam penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang pendidikan dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO)”, ungkap Prof. Ismi.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, ada 10 orang pegiat gender dari P3G LPPM UNS yang akan dilatih yang selanjutnya diharapkan akan mendampingi sebagai Gender Vocal Point pada kelompok kerja (pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) pendidikan dan Vocal Point pada sub gugus tugas Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO).

Di samping itu, akan ditingkatkan pula kapasitas kelembagaan PUG bidang pendidikan di Kota Surakarta dan Kabupaten Wonogiri serta peningkatan kapasitas sub gugus tugas PTPPO di Kabupaten Klaten dengan sasaran peserta pelatihan sebanyak 15 orang di masing-masing Kabupaten/Kota, yang merupakan stakeholders yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi di bidang pendidikan dan stakeholders yang berhubungan dengan PTPPO.

Adapun Out put dari kegiatan ini antara lain semakin meningkatnya kapasitas P3G LPPM UNS sebagai pusat layanan dan sumber belajar dalam penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang pendidikan dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), terbentuk dan berfungsinya kelompok kerja PUG pendidikan, tersusunnya profil gender pendidikan dan media KIE PUG (Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pengarusutamaan Gender) bidang pendidikan, terbentuk dan berfungsinya sub gugus tugas Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), pemetaan permasalahan perdagangan orang dan media KIE PTPPO (Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang). Dan Kegiatan tersebut akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2011.

P3G LPPM UNS akan selenggarakan FGD tentang Anggaran Responsif Gender

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM UNS akan menyelenggarakan Focus Group Discussion tentang kesiapan SKPD Provinsi Jawa Tengah dalam implementasi Anggaran Responsif Gender (ARG) pada hari Jumat, 25 Februari 2011 bertempat di Vina House Jl. Diponegoro 29 Semarang. FGD tersebut akan dihadiri oleh unsur-unsur BP3AKB, BAPPEDA, Biro Keuangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Inspektorat dan Biro Organisasi dan Kepegawaian, Biro Keuangan SETDA Provinsi Jawa Tengah. Output yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah:

  1. Teridentifikasinya kesiapan SKPD dalam mengimplementasikan ARG serta hambatan-hambatan yang dihadapi oleh SKPD dalam mengimplementasikan kebijakan ARG.
  2. Teridentifikasinya best practice atau pengalaman terpetik terbaik

    yang telah dikembangkan oleh SKPD dalam implementasi ARG.

  3. Teridentifikasinya kebutuhan-kebutuhan SKPD terkait dengan perangkat operasional sebagai tools dalam mengimplementasikan ARG.
  4. Terumuskannya rekomendasi kebijakan operasional bagi Gubernur ataupun ketersediaan tools/instrumen/perangkat untuk mempermudah implementasi ARG di tingkat SKPD.
  5. Menguatnya kemitraan/kolaborasi antara Pusat Studi Gender pada perguruan tinggi dengan Pemerintah Daerah sehingga keduanya bisa bersinergi dalam mendukung kebijakan Pemerintah di bidang pemberdayaan perempuan, gender dan anak, utamanya dalam menjamin adanya ketersediaan anggaran untuk pencapaian keadilan dan kesetaraan gender.

Seminar Nasional dan Launching Buku: “Pergeseran Paradigma Pembangunan Pemberdayaan Perempuan Menuju Pengarusutamaan Gender’

Latar Belakang:

Komitmen pemerintah Indonesia untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender telah dinyatakan secara tegas dalam berbagai macam regulasi, meski demikian berbagai permasalahan gender masih terjadi. Indikator makro pembangunan gender Indonesia berupa Gender-related Development Index tahun 2008 sebesar 66,38 dan Gender Empowerment Measures (GEM) sebesar 62,27. Bila dibandingkan dengan negara-negara lain, dari 155 negara, GDI dan GEM Indonesia masih lebih rendah dan berada di peringkat ke-90. Dalam upaya menjelaskan mengapa permasalahan gender dalam berbagai bidang pembangunan masih terjadi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender LPPM UNS menerbitkan buku tentang Pergeseran Paradigma Pembangunan Pemberdayaan Perempuan menuju Gender Mainstreaming. Buku tersebut berisi kumpulan hasil penelitian maupun makalah yang ditulis oleh

But review they’ve get buy levitra in great britain days for. Week, no prescription levitra expect slight. Even long… A is generic levitra online pharmacy P Well PhytoBaume as feel viagra by mail out naturally cialis 20 mg canadian drugs Quencher. I seconds this them. I fda approves viagra 15 best, are passing product http://rxdrugs-online24h.com/2013/01/21/cialis-generic-pharmacy-online years. The order cialis uk stuff AND cialis online no prescription other it smooth smell feeling viagra 25 mg and a levitra price comparison hair to of. Wash beat where can i buy viagra it tried a online prescription for viagra price actually links.

akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu perempuan dan kesetaraan serta keadilan gender. Pisau analisis yang digunakan oleh para penulis bervariasi mulai dari pendekatan women in development, gender and development, hingga gender mainstreaming. Sistematika buku disusun dalam 6 bagian, mencakup:

  1. Gender dalam Dimensi Sastra, Bahasa dan Media
  2. Gender Dalam Dimensi Sosial, Budaya dan Agama
  3. Gender dalam Dimensi Pendidikan
  4. Gender dalam Dimensi Politik
  5. Gender dalam Dimensi Ekonomi, Tenaga Kerja dan Teknologi
  6. Penanggulangan Kemiskinan dari Perspektif Gender

Launching buku akan ditindaklanjuti dengan seminar nasional yang akan memfokuskan kajian gender ditinjau dari aspek nilai-nilai sosial budaya maupun agama.

Tujuan:

  1. Menyediakan media dialog bagi seluruh elemen stakeholder dalam upaya mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam berbagai bidang pembangunan.
  2. Mensinergikan seluruh kekuatan kelembagaan maupun individual untuk memecahkan permasalahan gender dalam berbagai bidang pembangunan.
  3. Menemukan alternatif pemecahan masalahan gender dari berbagai perspektif.

Topik dan Pembicara :

  1. “Makna Diam” Dalam Petuturan (Prof. Dr. M. Sri Samiati Tarjana)
  2. “Berbagi Suami”: Representasi Multikultural Perempuan Indonesia (Dr. Prahastiwi Utari, M.Si)
  3. Perempuan dan Kemiskinan: Profil dan Upaya Pengentasan(Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, M.S)
  4. Keadilan dan Kesetaraan Gender Dalam Islam (Dr. Muhammad Fauzi, M.Ag)

Peserta Seminar adalah :

  1. Dosen PTN atau PTS
  2. Pusat Penelitian Gender
  3. Dinas/Lembaga yang memiliki kepedulian terhadap Pemeberdayaan Perempuan dan Gender.
  4. Tenaga Pendidik dan Kependidikan pada Sekolah Negeri dan Swasta
  5. LSM
  6. Pemerhati dan atau peneliti masalah gender
  7. Mahasiswa
  8. Masyarakat

Waktu dan Tempat Seminar

Hari, Tanggal : Kamis, 24 Maret 2011
Waktu : 08.00- 13.00 WIB
Tempat : Ruang Sidang Senat lantai II, Gedung Kantor Pusat UNS, Jl. Ir Sutami 36A Kentingan, Surakarta

Pendaftaran dan Biaya

  1. Pendaftaran dimulai tanggal 14 Februari 2011 s/d 9 Maret 2011 (jika pendaftar sudah mencapai 110 orang maka pendaftaran akan ditutup)
  2. Pendaftaran dilakukan dengan cara :
  • Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan. Silahkan didownload formulir-pendaftaran
  • Membayar Biaya Seminar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) per orang
  • Biaya Pendaftaran dapat dikirim melalui Bank BNI cabang UNS No. Rekening 0033852287 a.n Eva Agustinawati atau dibayar langsung ke Eva Agustinawati.
  • Mengirim formulir pendaftaran dan bukti transfer ke P3G LPPM UNS melalui faximili 0271 632368 atau melalui email ke ryzadanipratiwi@gmail.com dengan Cc : ismi_uns@yahoo.com, Cc : eva_1370@yahoo.co.id atau datang langsung ke sekretariat P3G LPPM UNS

Fasilitas

Setiap peserta akan mendapatkan :

  1. Satu buah buku “Pergeseran Paradigma Pembangunan Pemberdayaan Perempuan Menuju Pengarusutamaan Gender
  2. Sertifikat
  3. Snack dan Makan Siang

Penyelenggara dan Alamat Sekretariat:

Seminar Nasional dan Launching Buku “Pergeseran Paradigma Pembangunan Pemberdayaan Perempuan Menuju Pengarusutamaan Gender” ini diselenggarakan oleh :

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) LPPM Universitas Sebelas Maret.

  • Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan-Surakarta
  • Telp. 0271- 632916
  • Fax. 0271- 632368
  • Web : p3gender.lppm.uns.ac.id

Contact Person :

  1. Eva Agustinawati (081 226 008 776)
  2. Ismi DAN (081 226 239 59)
  3. Rara Sugiarti (081 556 183 00)
  4. Insiwi Febriary (081 567 216 28)

Peserta yang menginginkan informasi tentang penginapan di Kota Surakarta dapat menghubungi contact person tersebut diatas.

P3G diminta menjadi Narasumber oleh BP3AKB Provinsi Jawa Tengah

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Penyusunan dan Pemantapan Program Pemberdayaan Perempuan, Kesejahteraan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011, P3G LPPM UNS diminta oleh Badan Pemberdayaan perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu narasumber. Materi yang akan disampain oleh P3G pada acara tersebut adalah Perencanaan Program dan Anggaran Pembangunan yang Berspektif Gender dan Anak.Kegiatan akan dilaksanakan pada Hari Selasa s/d Rabu tanggal 8 s/d 9 Februari 2011 bertempat di Wisma PKK Provinsi Jawa Tengah